Jalan di Kawasan Kebun Kopi Tututp Tiga Jam

Palu (ANTARA Sulsel) - Poros jalan Trans Sulawesi Taweli-Toboli atau lebih dikenal kawasan Kebun Kopi terpaksa ditutup selama tiga jam setiap harinya untuk memperlancar pelaksanaan perbaikan jalan di kawasan itu.

"Kebijakan ini terpaksa dilakukan agar tidak menghambat pelaksanaan perbaikan jalan di kawasan itu," kata Bambang Sunaryo, Kadis Perhubungan Sulteng di Palu, Rabu.

Ia mengatakan, sebenarnya jalur tersebut bisa ditutup total selama pelaksanaan perbaikan jalan, karena masih ada jalan alternatif lain melalui poros Tambu-Kasimbar.

Namun karena jalur alternatif Tambu-Kasimbar cukup jauh, maka pihaknya hanya mengambil kebijakan buka-tutup jalan poros Taweli-Toboli setiap tiga jam.

Karena adanya kebijakan buka-tutup jalan, sehubungan dengan kegiatan perbaikan dan pelebaran badan jalan pada poros penghubung Trans Sulawesi ke Kota Palu, ibukota Provinsi Sulteng itu, Sunaryo mengimbau kepada para pengemudi dan pengendara roda dua dan empat yang hendak melalui jalur Kebun Kopi untuk dapat mengatur perjalanannya.

"Para pengguna dan pemakain jalan, termasuk bis-bis Angkutan Kota Dalam Provinsi dan Angkutan Kota AntarProvinsi (AKDP/AKAP) yang melalui poros itu mengatur perjalananya sesuai dengan waktu buka-tutup jalan," pintanya.

Poros jalan Kebun Kopi yang memiliki lebih 300 tikungan tajam merupakan jalur paling ramai dilalui kendaraan. Dari Toboli sampai Kota Palu hanya menempuh perjalanan sekitar dua jam.

Tapi jika melalui jalur alternatif Tambu-Kasimbar dengan kondisi medannya hampir sama dengan Kebun Kopi, membutuhkan waktu hingga empat jam.

Poros jalan Taweli-Toboli pada saat musim hujan sangat rawan terjadi bencana alam tanah longsor, sebab struktur tanah labih dan disisi kanan dan kiri jalan adalah tebing dan jurang yang mencapai lebih 100 meter.

(T.BK03/A023)