KONI Siapkan Rp 400 Juta Gelar Praporda

Makassar (ANTARA Sulsel) -Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk membantu pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2013.

Wakil Ketua I KONI Sulsel Marzuki Wadeng, di Makassar, Selasa, mengatakan jika anggaran itu akan digunakan pengurus olahraga menggelar babak kualifikasi disejumlah daerah. Untuk besaran anggaran yang diterima setiap Pengprov cabang olahraga, kata dia, tergantung jumlah pengurus cabang (pencab) yang dimiliki.

"Bagi cabang olahraga yang memiliki pengurus daerah tersebar di 24 kabupaten/kota akan mendapatkan sebanyak 20 juta. Sementara yang tidak lengkap kepengurusannya, kita siapkan minimal Rp 12 juta per setiap cabang olahraga," jelasnya.

Untuk cabang olahraga pencak silat yang baru saja menggelar pra porda 2013 misalnya, menurut dia, berhak mendapatkan dana Rp 20 juta. Sebab pencak silat merupakan cabang yang memiliki kepengurusan disetiap kabupaten/kota di Sulsel.

KONI Sulsel juga akan berupaya segera menyiapkan anggaran tersebut sebelum pelaksanaan babak kualifikasi. Namun jika anggaran yang diharapkan belum cair sebelum pelaksanaan, pihaknya berjanji akan menggantinya.

Pada babak kualifikasi Porda 2013, akan mempertandingkan 25 cabang olahraga diantaranya pencak silat, karate, renang, judo, sepak bola, sepak takraw, bulu tangkis, taekwondo, tinju, tenis, tenis meja, bola basket, voli, termasuk cabang biliar.

"Kita berharap anggaran itu sudah tersedia setelah lebaran. Apalagi sejumlah cabang olahraga sudah siap menggelar pra porda mulai agustus hingga akhir 2013," katanya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, menyatakan pra porda dan porda 2014 merupakan upaya KONI Sulsel dalam melahirkan bibit atlet potensial. Selanjutnya akan diandalkan di berbagai kejuaraan nasional dan internasional.

Pihaknya juga berharap setiap kabupaten/kota tidak lagi menggunakan atlet bayaran untuk bisa meningkatkan prestasi daerah di ajang olahraga terbesar di Sulsel tersebut.

Menurut dia, jika ada kabupaten/kota yang tetap melibatkan atlet luar daerah, maka pihaknya tidak akan ragu untuk melakukan tindakan keras.

"Porda digelar dengan tujuan melahirkan atlet yang bisa kita andalkan ditingkat nasional dan dunia. Makanya kita sejak awal telah melarang penggunaan atlet bayaran. Ini juga sudah menjadi komitmen pihak tuan rumah Bantaeng," ujarnya. A Budiman