Bupati Mamuju Mediasi Sengketa Batas Dua Desa

Mamuju (Antara News) - Bupati Mamuju Suhardi Duka berjanji akan melakukan upaya mediasi untuk menyelesaikan sengketa tapal batas Desa Bojo dengan Desa Barakkang, Kecamatan Budong-Budong.

"Sengketa tapal batas desa antara Desa Bojo dan Desa Barakkang tidak boleh didiamkan. Makanya, saya akan ikut turun "gunung" untuk menyelesaikan persoalan tapal batas desa itu," kata Suhardi Duka di Mamuju, Jumat.

Bupati mengatakan sengketa tapal batas dua desa ini harus diselesaikan secepatnya sebelum menimbulkan polemik berkepanjangan. Karena itu, masyarakat dua desa yang berpolemik ini memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk menuntaskannya.

"Saya akan memediasi masalah ini dengan berdiri digaris yang bijak. Penanganan persoalan sengketa tapal batas ini harus melahirkan penyelesaian tanpa ada yang merasa dirugikan," katanya.

Meski persoalan ini tengah ditangani langsung oleh DPRD Mamuju, kata dia, namun ia akan tetap terlibat langsung melakukan mediasi dengan memanggil kedua belah pihak.

Bupati dua periode ini menyampaikan, dalam waktu dekat ini akan memanggil kedua belah pihak untuk duduk bersama membahas persoalan sengketa tapal batas wilayah.

"Kita akan dudukkan kedua belah pihak sehingga ada solusi yang bisa disepakati. Apapun hasil keputusannya maka kedua belah pihak harus menghargainya," katanyta menjelaskan.

Suhardi menyampaikan, proses mediasi itu dilakukan bukan karena dasar kepentingan mana pun. Tetapi, ia mengambil kebijakan agar masalah itu tak berlarut-larut tanpa ada penyelesaian.

Sebelumnya, Kepala Desa Bojo Yonatan mengadukan tapal batas dengan Desa Barakkang ke DPRD Mamuju beberapa waktu yang lalu. Namun, hingga kini belum ada hasil kongkrit.

"Desa Barakkang sebetulnya hanya memiliki luas wilayah sekitar 800 hektare persegi. Namun setelah dilakukan pemekaran maka luas wilayah Desa Barakkang bertambah hingga mencapai 2.000 hektare persegi dengan mencaplok sebagian wilayah desa Bojo," pungkasnya. (Editor : R Chaidir)