KPU Sulsel Lantik Anggota KPU Toraja Utara

Makassar (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum  Sulawesi Selatan  melantik lima anggota KPU Kabupaten Toraja Utara setelah pada pekan lalu mereka dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan.

Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas di Makassar, Senin, mengatakan, para anggota KPU Toraja Utara tersebut akan diberi pembekalan sehari mengenai pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan mulai bertugas awal bulan Mei.

"Mereka langsung harus bekerja dengan menyusun tahapan hingga terlaksananya pilkada pada November mendatang," ujarnya.

Kelima anggota KPU tersebut yakni, Latu, Alysius Lande, Riorita Pakan, Herman Tandilling dan Johanis Banga Rambe. Mereka berhasil lolos uji kepatutan mengalahkan lima calon anggota lainnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Toraja Utara Henok Tamba mengatakan, pihaknya mempersiapkan anggaran sekitar Rp6,6 miliar untuk penyelenggaraan pilkada di daerah pemekaran Kabupaten Tana Toraja tersebut.   

Jumlah anggaran sudah disetujui oleh pihak DPRD, namun realisasinya belum ada sebab anggota KPU baru efektif bekerja menyusun tahapan pada awal Mei.

Dia menambahkan, sampai saat ini daftar pemilih tetap (DPT) belum bisa ditentukan karena sebagai daerah baru, mereka harus melakukan penghitungan dan verifikasi ulang dari data yang ada.

"Saya belum tahu, tapi jumlah tempat pemungutan suara (TPS) sudah bisa diketahui yakni 372, yang tersebar di 21 kecamatan dan 151 lembang atau desa," katanya.

Tidak seperti 10 kabupaten lainnya di Sulsel yang akan melaksanakan pilkada serentak pada 23 Juni mendatang, pilkada di Toraja Utara harus diundur paling lambat bulan November karena , sebagai daerah yang baru terbentuk pada tahun 2009, kelengkapan infrastruktur pemerintahan masih dalam proses pengadaan.

Henok mengatakan, Polsek Rantepao yang berada di ibukota Toraja Utara juga akan ditingkatkan statusnya menjadi Polres.

Sementara anggota DPRD diambil dari sebagian anggota DPRD Tana Toraja.

"Dari dulu kami sudah memikirkan pembagian anggota DPRD ini, makanya saat pilkada di Tana Toraja, daerah pemilihan sudah dibagi dalam dua wilayah. Jadi tidak repot lagi mencari anggota dewan," katanya.  (T.KR-AAT/B013)