"Kalau jumlah tenaga outsourcing di Maluku sendiri sekitar 200 orang dan ini belum termasuk yang ada di wilayah Provinsi Maluku Utara," kata Manajer Administrasi Umum dan Fasilitas PT. (Persero) PLN setempat, Agus Lomo di Ambon, Jumat.
Berita Terkait
Ambon (ANTARA Sulsel) - Data jumlah tenaga kontrak (oursourcing) yang disampaikan manejemen PT. (Persero) PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara jauh berbeda dari yang dimiliki Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) perwakilan Maluku.

"Kalau jumlah tenaga outsourcing di Maluku sendiri sekitar 200 orang dan ini belum termasuk yang ada di wilayah Provinsi Maluku Utara," kata Manajer Administrasi Umum dan Fasilitas PT. (Persero) PLN setempat, Agus Lomo di Ambon, Jumat.

Sedangkan jumlah tenaga kerja kontrak yang didata FSBSI perwakilan Maluku sampai hari ini terdata lebih dari 500 orang.

Agus mengatakan, data di PLN hanya dua ratusan tenaga kontrak dan mereka bekerja sebagai pengemudi, "cleaning service", operator mesin, administrasi hingga tenaga pencatat angka meteran PLN di rumah-rumah pelanggan.

"Kesepakatan kerja sudah dibangun antara pemberi dan penerima kerja, dalam hal ini PJTK dengan PLN. Jadi. masalah terkait tenaga outsourcing yang katanya tidak dipenuhi dan sebagainya, nanti akan ada tindak lanjut," katanya.

Menurut Agus, komisi B DPRD Maluku juga sudah membentuk pansus terkait masalah ini, dan dari pertemuan awal antara Pansus, PLN dan KSBSI diputuskan semua keberatan maupun keluhan yang terkait dengan tenaga kerja kontrak itu nanti disampaikan KSBSI ke PLN.

PLN, lanjtunya, juga akan memberikan jawaban tertulis ke Pansus untuk dipelajari sebagai bahan pertimbangan rekomendasi.

Agus juga membantah sinyalemen bahwa PT. Kinerja Cahaya Abadi (KCA) selaku perusahaan penyalur jasa tenaga kerja yang melakukan kontrak dengan PLN dibentuk orang dalam PT. PLN sendiri.

Sementara itu, koordinator KSBSI wilayah Maluku Gerson Haurissa mengakui, data jumlah tenaga outsourcing mencapai lebih dari 500 orang, tersebar di Kantor Wilayah PLN Maluku, PLN Cabang Kota Ambon, Pos jaga milik PLN Kecamatan Baguala, Rayon Kota Ambon, hingga ranting Kairatu, Piru, Kota Tual hingga Kabupaten Maluku Barat Daya.

"Harus diingat juga kalau PT. KCA itu milik orang dalam PT. PLN seperti Harun Tukuboya yang sudah pensiun dan Helmi Bantam yang saat ini masih menjabat Kepala PLN Cabang Kota Ambon yang punya andil di PT. Simpati Cahaya Abadi (SCA)," katanya.

"PT. SCA ini juga sama dengan PT. KCA yang merupakan perusahaan PJTK yang bekerja sama dengan PLN," tambahnya. J. Nikita

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar